Rabu, 01 Mei 2013

LAPORAN PRTIKUM ANALISIS KELAYAKAN WILAYAH SEBAGAI TEMPAT USAHA PETERNAKAN


Laporan Praktikum
ANALISIS KELAYAKAN WILAYAH SEBAGAI TEMPAT USAHA PETERNAKAN
Disusun Oleh:

INDRA JONI

JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU      
PEKANBARU
2013





KATA PENGANTAR
Banyak mata kuliah yang di pelajari pada berbagai universitas mensyaratkan kita untuk menulis beberapa  dan laporan. Menulis  laporan mengajak kita dalam menggunakan proses pencarian, integrasi dan pengorganisasian informasi dan ilmu pengetahuan yang relevan dengan mata kuliah yang dipelajari.
Laporan penulis merefleksikan bagaimana penulis melalui proses penulisan ini. Penulisan sering digunakan untuk menilai hasil pelaksanaan mata kuliah kita. Untuk mendapatkan manfaat dari penulisan  laporan yang penulis buat dan mendapat nilai baik dari mata kuliah tersebut, maka penulis harus menguasai proses penulisan dan keterampilan yang mendukung produksi/pembuatan  dan laporan.
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat-Nyalah tugas  ini dapat diselesaikan. Yang pada kesempatan ini penulis membahas Analisis Kelayakan Wilayah sebagai Tempat Usaha Peternakan. Dimana  yang penulis buat untuk memenuhi tugas Manajemen Pembibitan Ternak. Selain untuk memenuhi tugas, juga untuk menambah wawasan penulis terhadap Analisis Kelayakan Wilayah sebagai Tempat Usaha Peternakan. Terima kasih penulis ucapkan kepada bapak Dr.Yendraliza, S.Pt., MP  selaku dosen pembimbing penulis dalam mata kuliah Manajemen Pembibitan Ternak ini.
Laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan  ini. Semoga laporan ini memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Pekanbaru, 22 Desember 2012

Penulis




I.                   PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Pembibitan merupakan upaya untuk mengembangbiakkan dan memperbanyak produk bibit. Sedangkan manajemen merupakan proses perencanaaan, pengoragisasian, pengontrolan, untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Jadi manajemen pembibitan ternak adalah cara mengembangbiakkan ternak dengn pengorganisasian dan perencanaan yang efektif dan efisien.
Untuk hal tersebut dibutuhkan wilayah yang layak bagi suatu tempat peternakan, maka dalam laporan ini akan dibahas cara menentukan kelayak suatu wilayah sebagai tempat usaha peternakan.
1.2.Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan layak atau tidaknya suatu wilayah sebagai usaha peternakan dan menghitung kapasitas peningkatan populasi ternak ruminansia (KPPTR). Daerah yang menjadi objek analisis adalah kabupaten Rokan Hulu yang terdiri dari 16 kecamatan.












II.                PEMBAHASAN
Daerah yang menjadi objek analisis dalam praktikum ini adalah kabupaten Rokan Hulu yang terdiri dari 16 kecamatan yaitu Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Tandun, Kabun, Ujung Batu, Rambah Samo, Rambah, Rambah Hilir, Bangun Purba, Tambusai, Tambusai Utara, Kepenuhan, Kepenuhan Hulu, Kunto Darussalam, Pagaran Tapah Ds, Bonai Darussalam.
Lahan hijauan yang digunakan terdiri dari ladang, sawah, perkebunan, hutan, hutan sekunder. Serta lahan tanaman pertanian yang dapat dijadikan bahan pakan ternak diantaranya, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau dan limbah pertanian yang dapat digunakan yaitu jerami padi.
Penghitungan yang dilakukan dalam kelas setelah mendapatkan data dari dosen pembimbing dihitung dengan menggunakan program pengolah data microsoft excel yang terlampir dalam laporan ini.
Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 16 kecamatan di kabupaten Rokan Hulu 15 diantaranya dinyatakan layak sebagai daerah tempat usaha peternakan sedangkan satu kecamatan yaitu Pendalian IV Koto  didapatkan hasil negatif pada penghitungan kapasitas peningkatan populasi ternak ruminansia (KPPTR) yang berarti kecamatan tersebut tidak layak sebagai daerah usaha peternakan.
Nilai KPPTR kecamatan Pendalian IV Koto  negatif (tidak layak) disebabkan oleh jumlah daya tampung yang lebih kecil dibandingkan profil sapi yang terdapat di kecamatan tersebut.
15 kecamatan lainnya yaitu Rokan IV Koto, Tandun, Kabun, Ujung Batu, Rambah Samo, Rambah, Rambah Hilir, Bangun Purba, Tambusai, Tambusai Utara, Kepenuhan, Kepenuhan Hulu, Kunto Darussalam, Pagaran Tapah Ds, Bonai Darussalam dinyatakan layak karena daya tampung (KTR)  yang lebih besar dibandingkan profil yang terdapat dikecamatan masing-masing.









Hasil analisis dapat dilihat pada tabel berikut ini:
No
Kecamatan
Daya Tampung
POPRIL
KPPTR
Keterangan

(KTR)
Sapi
1
Rokan IV Koto
6044,08288
2108
3936,08288
Layak
2
Pendalian IV Koto
724,7983696
1130
-405,2016304
Tidak Layak
3
Tandun
3489,97337
1151
2338,97337
Layak
4
Kabun
3444,269674
589
2855,269674
Layak
5
Ujung Batu
2011,842391
453
1558,842391
Layak
6
Rambah Samo
6919,202022
4457
2462,202022
Layak
7
Rambah
4140,375652
1380
2760,375652
Layak
8
Rambah Hilir
4372,705272
3212
1160,705272
Layak
9
Bangun Purba
2278,479408
2237
41,47940761
Layak
10
Tambusai
6365,788255
858
5507,788255
Layak
11
Tambusai Utara
12493,78516
2997
9496,785163
Layak
12
Kepenuhan
3344,282609
711
2633,282609
Layak
13
Kepenuhan Hulu
2098,844837
1332
766,844837
Layak
14
Kunto Darussalam
2534,554451
2233
301,5544511
Layak
15
Pagaran Tapah Ds
984,7868478
895
89,78684783
Layak
16
Bonai Darussalam
2659,29212
310
2349,29212
Layak
Jumlah  Total
63907,06332
26053
37854,06332
-










III.             PENUTUP
Dari hasil penghitungan pada tabel yang terlampir dalam laporan ini dapat disimpulkan bahwa hampir semua kecamatan yang ada di kabupaten Rokan Hilir layak untuk dijadikan lahan usaha peternakan karena hasil penghitungan kapasitas peningkatan populasi ternak ruminansia (KPPTR) bernilai positif yang berarti daerah tersebut layak untuk dijadikan usaha peternakan. Hanya terdapat satu kecamatan yang KPPTR nya bernilai negatif, yaitu kecamatan Pendalian IV Koto, yang berarti kecamatan tersebut tidak layak dijadikan sebagai tempat usaha peternakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar